Fakawel: Sebuah Tradisi yang Tumbuh Dalam Kehidupan Masyarakat Patani

waktu baca 2 menit
Sabtu, 10 Jan 2026 11:04 244 Nalar Timur

Oleh: Sahwy Agil

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Patani masih menyimpan satu denyut kebudayaan yang tetap hidup dalam keseharian mereka, yaitu Fakawel. Fakawel bukan sekadar tradisi yang hadir begitu saja, melainkan sebuah ruang kebersamaan yang mengikat manusia serta menghubungkan mereka dengan nilai-nilai leluhur.

‎Fakawel merupakan alat mancing yang kerap di lakukan oleh ibu-ibu di wilayah Patani. Tradisi ini adalah ruang ekspresi kehidupan sosial yang di hayati sebagai bagian dari etika hidup bermasyarakat.

‎Akivitas Fakawel, tidak mengenal batas, seperti kaya dan miskin, tua dan muda. Jika siapa saja yang ingin memancing menggunakan Fakawel, semuanya akan berdiri dengan posisi yang setara baik sebagai individu yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Kebersamaan ini yang menjadikan Fakawel tetap bertahan dan terus hidup di tengah arus perubahan zaman.

‎Namun demikian, tantangan modernitas tidak dapat di abaikan. Pola hidup modern perlahan menggerus tradisi-tradisi lokal yang lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Patani.

‎Fakawel bukan sekadar tradisi yang tumbuh secara alami, melainkan napas sosial masyarakat Patani yang menegaskan bahwa kebudayaan sejati hidup di tangan mereka yang setia merawatnya.

‎Secara bahasa, Fakawel merupakan istilah lokal yang di gunakan oleh masyarakat Patani yang dalam bahasa Indonesia baku warga patani dikenal sebagai ohati.

‎Penggunaan istilah lokal ini tidak hanya sekadar persoalan penamaan, tetapi menunjukkan bahwa masyarakat Patani menjaga kesinambungan pengetahuan dan identitas kulturalismenya. Fakawel juga sebagai penanda bahwa bahasa, tradisi, dan makna sosial masih hidup dan berfungsi dalam ruang keseharian mereka.

‎Dari perspektif antropologis, Fakawel dapat di pahami sebagai ruang kehidupan sosial yang berkelanjutan dan tidak membedakan status ekonomi maupun latar belakang sosial.

‎Dalam ruang ini, masyarakat patani menjaga nilai kebersamaan sebagai upaya menjaga kehidupan sosial agar hidup berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi masyarakat Patani dalam melestarikan tradisi serta merawat pengetahuan lokal agar tetap hidup dan terhindar dari kepunahan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA