Pilkades Gemia: Pertarungan Demokrasi dan Silaturahmi yang Menguatkan Falsafah Fagogoru

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Feb 2026 11:01 11 Nalar Timur

Halmahera Tengah, Nalartimur — Kehidupan masyarakat Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, sejak masa lampau hingga kini tidak dapat dipisahkan dari nilai persaudaraan dan kerukunan keluarga yang terjalin erat di dalam kampung. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam setiap momentum penting, termasuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Desa Gemia dikenal sebagai salah satu desa yang kerap disebut dalam berbagai momentum politik, baik Pilkada maupun agenda strategis lainnya, sebagai kekuatan sosial yang solid dan berpengaruh. Hal itu kembali terlihat dalam momentum Pilkades Gemia yang menjadi ajang kontestasi demokrasi antarfigur yang memiliki pengaruh kuat di desa, dan sebagian besar masih terikat hubungan kekeluargaan.

Meski sarat dengan dinamika politik, Pilkades Gemia tidak semata dimaknai sebagai pertarungan kekuasaan, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kembali falsafah hidup Fagogoru, yakni nilai dasar masyarakat Maba, Patani, dan Weda yang menekankan persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghormati.

Ketua PUK SPKEP SPSI PT RIM, Ode Saputra Lakarman, menegaskan bahwa Pilkades seharusnya menjadi momentum pendidikan politik yang sehat bagi masyarakat, tanpa menghilangkan nilai-nilai adat dan kearifan lokal.

“Pilkades Gemia bukan hanya soal siapa yang menang dan kalah, tetapi bagaimana demokrasi dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Fagogoru harus tetap menjadi pegangan agar tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Ode Saputra Lakarman, Senin, (9/2/2026).

Ia juga berharap, siapa pun yang terpilih sebagai kepala desa nantinya mampu melihat dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan pembinaan generasi muda.

“Generasi saat ini perlu dibina dengan pemahaman tentang adab, saling menghargai, dan menghormati sesama. Itu penting agar kehidupan sosial di kampung tetap harmonis,” tambahnya.

Masyarakat Gemia berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan aman, damai, dan sesuai dengan mekanisme serta regulasi yang berlaku. Dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi, Pilkades diharapkan tidak hanya melahirkan pemimpin desa yang visioner, tetapi juga memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat Gemia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA