Skip to content
Header Advertisement 2
Beranda » Industri dan Ekologi » Tak Ada TPS, Warga Terpaksa Buang Sampah di Area Kantor Desa Tepeleo

Tak Ada TPS, Warga Terpaksa Buang Sampah di Area Kantor Desa Tepeleo

Hasbi Ade
Rab, 04 Mar 2026
Tumpukan sampah yang meluap di area tersebut tidak hanya mengganggu estetika lingkungan desa, tetapi juga memicu keresahan warga | Foto: Tafsila Djuraid/Nalartimur
Kecil Besar


Nalartimur – Pemandangan kurang sedap terlihat di samping Kantor Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Rabu (4/3/2026).

Tumpukan sampah yang meluap di area tersebut tidak hanya mengganggu estetika lingkungan desa, tetapi juga memicu keresahan warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sampah berupa plastik, rumput basah, dan limbah rumah tangga menumpuk di lahan yang berbatasan langsung dengan area perkantoran desa dan pesisir laut.

Baca juga:

LMID dan SC MU Kecam Pemanggilan 14 Warga Sagea–Kiya oleh Polisi

Kondisi ini dinilai tidak mencerminkan tata kelola lingkungan yang baik, terlebih karena berada di pusat administrasi desa. Situasi tersebut juga menimbulkan dilema bagi masyarakat.

Di satu sisi, kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan mulai tumbuh. Sejumlah warga bahkan melarang pembuangan sampah di beberapa titik tertentu.

Namun, di sisi lain, larangan tersebut belum diimbangi dengan penyediaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang memadai.

Baca juga:

Diduga Rusak Lingkungan, Aktivitas Tambang PT MAI Diboikot Warga

Akibatnya, sebagian warga mengaku terpaksa membuang sampah di lokasi tersebut karena tidak tersedia alternatif lain.

“Kami sebenarnya ingin menjaga kebersihan, tetapi tidak ada tempat pembuangan yang disediakan. Jadi terpaksa dibuang di sini,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa ibu rumah tangga juga menyampaikan hal serupa. Mereka berharap adanya solusi konkret dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk menangani persoalan tersebut.

Baca juga:

Penolakan Tambang di Sagea–Kiya Memanas, Warga Dipanggil Polisi, Pemda Dinilai Diam di Tempat

Warga menginginkan penyediaan bak sampah berukuran besar di titik-titik strategis agar sampah tidak berserakan. Selain itu, mereka juga berharap adanya pengaktifan kembali atau pengadaan armada pengangkut sampah guna membawa limbah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang jauh dari permukiman.

Upaya kolaborasi dengan komunitas peduli lingkungan juga dinilai penting. Sejumlah pihak menyarankan kerja sama dengan komunitas lingkungan yang aktif di wilayah Patani Utara untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah secara mandiri kepada masyarakat.

‎ ‎

‎Ikuti Media Kami ‎

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎