Anak Tiga Tahun Diduga Bermain Korek Api, Rumah Warga di Soa Terbakar
Sebuah rumah warga di Kelurahan Soa, Lingkungan Akeboca, RT 13/RW 005, Kota Ternate, terbakar pada 6 September 2026 sekitar pukul 15.30 WIT. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.15 WIT.
Nalartimur — Sebuah rumah warga di Kelurahan Soa, Lingkungan Akeboca, RT 13/RW 005, Kota Ternate, terbakar pada 6 September 2026 sekitar pukul 15.30 WIT. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.15 WIT.
Rumah tersebut merupakan milik Nurdiana Kakais dan suaminya, Rahmat Saleh. Saat kebakaran terjadi, Rahmat sedang bekerja, sedangkan Nurdiana berada di rumah.
Sebelum kebakaran, Nurdiana sedang menggoreng telur di dapur. Sementara itu, adiknya, Kevin, sedang menyekop pasir di depan rumah.
Tidak lama kemudian, terdengar teriakan dari dalam rumah yang memberitahukan adanya kebakaran. Api diduga berasal dari kamar mandi yang menjadi tempat penyimpanan sejumlah kasur.
Menurut keterangan Nurdiana, anaknya yang masih berusia tiga tahun saat itu berada di kamar mandi dan diduga bermain dengan korek api. Ketika ditanya mengenai kejadian tersebut, anak itu disebut mengaku telah membakar kasur.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendataan pihak berwenang.
Anak Nurdiana lainnya, Ani, yang masih duduk di kelas III SMP, sedang tidur ketika kebakaran terjadi. Setelah mendengar teriakan ibunya, Ani kemudian dibangunkan dan diminta segera keluar dari rumah.
Warga sekitar yang mendengar teriakan kebakaran langsung berdatangan dan membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Warga kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate untuk meminta bantuan.
Saat dihubungi, warga mendapat informasi bahwa sebagian besar personel Damkar masih berada di Kelurahan Takome untuk menangani kebakaran di TPA yang telah berlangsung selama tiga hari. Namun, masih terdapat beberapa pegawai yang berada di kantor Damkar.
Tidak lama kemudian, petugas Damkar bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.15 WIT.
Pada saat kejadian, Kepala Dinas Damkar Kota Ternate Naim Safar bersama Kepala Bidang Damkar Kota Ternate Ramli Soleman masih berada di Takome untuk menangani kebakaran di TPA.
Kepala Dinas Damkar Kota Ternate Naim Safar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau panjang.
Naim juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain dengan korek api maupun benda lain yang dapat memicu kebakaran.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lokasi yang terdapat rumput kering atau material mudah terbakar.
“Warga harus selalu berhati-hati karena kondisi sekarang masih kemarau. Anak-anak juga harus diperhatikan, jangan sampai bermain dengan korek api,” ujar Naim.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Kota Ternate Ramli Soleman mengingatkan warga yang hendak pergi ke hutan atau kebun agar tidak melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan.
Menurut Ramli, kebiasaan membersihkan kebun dengan cara membakar dapat memicu kebakaran yang lebih besar, terutama dalam kondisi cuaca kering dan angin yang dapat mempercepat perambatan api.
“Kalau warga pergi ke hutan atau kebun, jangan membakar untuk tujuan membersihkan kebun. Itu bisa berakibat fatal karena api dapat merambat dan sulit dikendalikan,” ujar Ramli.
Ia menyebut kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi akibat aktivitas pembakaran kebun yang kemudian tidak terkendali dan merambat ke area lainnya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendataan di lokasi kejadian, termasuk terkait kerugian material yang dialami pemilik rumah.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (Dar/Red)
Nalar Timur
Diterbitkan: 6 Oktober 2026 pukul 21.27
