Program Penguatan Komunitas Lokal untuk Perlindungan Habitat Peneluran Penyu Dimulai di Gemia dan Palo

Foto bersama Yayasan SEMANK dan peserta kegiatan. | Foto: Dok. Istimewah

A    A    A

Program Penguatan Komunitas Lokal dalam Perlindungan Habitat Peneluran Penyu di Desa Gemia dan Desa Palo, Kabupaten Halmahera Tengah, resmi dimulai melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Program kemitraan Wallacea ini didanai oleh Packard Foundation dan Burung Indonesia, serta dilaksanakan oleh Yayasan SEMANK Maluku Utara.

Sosialisasi program di Desa Gemia berlangsung pada 23 Juli 2026 di Kantor Desa Gemia. Sementara itu, kegiatan serupa di Desa Palo dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di Kantor Desa Palo.

Di masing-masing desa, kegiatan dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri atas kepala desa beserta perangkat desa, ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan masyarakat yang meliputi tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta pelaku usaha perikanan dan nelayan.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Project Manager Jaenal Irianto. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan latar belakang pelaksanaan program, tujuan, manfaat, serta tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan selama 12 bulan di kedua desa.

“Tahapan tersebut meliputi pembentukan komunitas konservasi penyu, peningkatan kapasitas masyarakat, pembentukan tim penyusun dan penetapan peraturan desa (Perdes), serta pengembangan ekonomi alternatif bagi para pelaku konservasi,” kata Jaenal.

Perwakilan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat yang hadir menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Jaenal berharap program tersebut dapat direalisasikan, khususnya penetapan Perdes sebagai dasar hukum perlindungan habitat peneluran penyu sehingga dapat mendukung upaya mengurangi aktivitas pemanfaatan telur penyu dan penambangan pasir di kawasan peneluran.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kawasan pesisir Desa Gemia menjadi habitat peneluran tiga jenis penyu, yaitu penyu lekang, penyu sisik, dan penyu hijau.

Sementara itu, di pesisir Desa Palo, khususnya Pantai Sibenmara, selain ketiga jenis tersebut juga terdapat penyu belimbing yang disebut memiliki status terancam punah.

HA
PENULIS

Hasbi Ade

Diterbitkan: 24 Juli 2026 pukul 22.46

BERITA TERKAIT