Festival Legu Tara No Ate 2026, UMKM Raup Omzet Jutaan Rupiah

Di tengah kegiatan Festival Tara No Ate 2026 di Kota Ternate, pelaku UMKM terlihat sibuk melayani para pembeli yang datang menonton kegiatan tersebut di Halaman Kedaton Kesultanan Ternate, Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.

Nalartimur — Festival Legu Tara No Ate 2026 memberikan peluang promosi dan peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Ternate, Maluku Utara.

Sejumlah pelaku usaha mengaku meraih omzet jutaan rupiah selama mengikuti festival yang mengangkat adat dan budaya Ternate tersebut, Rabu malam (21/10/2026).

Maya Trimayasari (36), pemilik DerTiga Kopi, mengatakan usahanya memperoleh omzet Rp4,8 juta dalam satu malam selama mengikuti festival.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membantu memperkenalkan kafenya kepada masyarakat karena usaha itu baru beroperasi selama enam bulan.

“Sangat bermanfaat sekali untuk omzet. Selain itu, saya juga bisa memperkenalkan nama saya dan kafe kepada masyarakat, karena kafe ini baru berjalan enam bulan,” ujar Maya.

Ia berharap Festival Legu Tara No Ate dapat diselenggarakan setiap tahun agar pelaku UMKM, khususnya usaha berskala kecil, memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha.

“Menurut saya, kegiatan ini harus dilaksanakan setiap tahun karena bisa membantu UMKM kecil seperti kami,” katanya.

Hal serupa disampaikan Sinta Alisan (35), pemilik Aska Food and Cake. Ia mengatakan penjualan produknya selama mengikuti festival memberikan tambahan pemasukan sekaligus kesempatan memperkenalkan merek usahanya kepada masyarakat.

Sinta menjelaskan, transaksi tunai yang diperolehnya berada di kisaran Rp1,1 juta, sedangkan transaksi melalui QRIS berkisar Rp300 ribu hingga Rp600 ribu.

Ia menyebut capaian tersebut sebagai bagian dari hasil penjualan selama kegiatan berlangsung.

“Kalau rata-rata transaksi tunai sekitar Rp1.100.000. Sementara itu, transaksi non-tunai melalui QRIS berada di angka Rp300 ribu sampai Rp600 ribu,” kata Sinta saat ditemui di stan usahanya.

Menurut Sinta, festival tersebut memberikan manfaat bagi pelaku UMKM karena membuka peluang untuk membangun pengenalan merek sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Sangat bermanfaat. Dengan adanya kegiatan ini, kami sebagai pelaku UMKM bisa melakukan branding merek usaha dan menambah pemasukan. Alhamdulillah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Festival Legu Tara No Ate karena dinilai tidak hanya berfokus pada pertunjukan seni, tetapi turut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.

“Saya sangat bangga kepada panitia yang melaksanakan acara ini. Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan pentas seni, tetapi juga melibatkan UMKM agar bisa berkembang dan naik kelas,” katanya.

Meski mengapresiasi penyelenggaraan festival, Sinta menyampaikan catatan terkait minimnya kunjungan tamu undangan, khususnya pejabat, ke stan-stan UMKM sejak hari pertama kegiatan.

‎Ia mengatakan, berdasarkan pengalamannya mengikuti sejumlah kegiatan serupa, kunjungan pejabat seperti wali kota dan gubernur kerap menjadi bagian dari agenda acara yang melibatkan pelaku usaha.

Namun, menurut pengamatannya, kunjungan tersebut belum terjadi di stan UMKM pada Festival Legu Tara No Ate kali ini.

“Sejak hari pertama stan dibuka sampai sekarang, kami berharap ada kunjungan. Namun, saat pembukaan, stan-stan UMKM di sini tidak mendapat kunjungan dari para tamu, termasuk pejabat,” ungkapnya.

Sinta menambahkan, kunjungan pejabat pada kegiatan UMKM sebelumnya yang pernah diikutinya menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pelaku usaha.

Meski demikian, ia tetap berharap festival tersebut dapat terus berjalan dan memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang.

“Harapan saya, Legu Tara No Ate tetap dilaksanakan dan terus menggandeng UMKM agar usaha kami bisa naik kelas,” tuturnya.

Festival Legu Tara No Ate 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat.

‎Selama kegiatan berlangsung, masyarakat dapat mengunjungi stan DerTiga Kopi milik Maya Trimayasari dan Aska Food and Cake milik Sinta Alisan sebagai bentuk dukungan terhadap promosi dan perkembangan UMKM lokal.

HA
PENULIS

Hasbi Ade

Diterbitkan: 22 Oktober 2026 pukul 18.41

BERITA TERKAIT