Skip to content
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Harga Pangan Melambung, Pedagang Sebut Efek BBM

Harga Pangan Melambung, Pedagang Sebut Efek BBM

Hasbi Ade
Kam, 18 Jun 2026
Lili (57), Pedagang di Pasar Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara. | Foto: Hasbi Ade/Nalartimur
A    A    A

Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tradisional Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga tersebut disebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya distribusi akibat naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.

Salah seorang pedagang, Lili (57), mengatakan bahwa kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap harga berbagai komoditas yang dijual di pasar.

“Kalau BBM naik, biasanya harga barang juga ikut naik karena biaya distribusi menjadi lebih tinggi,” ujar Lili saat ditemui Nalartimur di Pasar Dufa-Dufa, Kamis (18/6/2026).

Menurut Lili, kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas, seperti bawang merah, bawang putih, rica keribo, dan tomat.

Sebelum terjadi kenaikan harga BBM, komoditas kelompok barito (bawang, rica, dan tomat) dijual dengan harga bervariasi, yakni Rp20 ribu, Rp30 ribu, Rp60 ribu, hingga Rp80 ribu per kilogram. Setelah harga BBM naik, harga komoditas tersebut meningkat menjadi Rp25 ribu, Rp50 ribu, hingga Rp100 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan, harga bawang merah yang sebelumnya dijual Rp60 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp100 ribu per kilogram. Harga rica keribo juga meningkat dari Rp80 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram. Sementara itu, harga tomat naik dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih meningkat dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

“Semua terpengaruh kalau BBM naik. Misalnya, satu peti barang diambil dari Manado dengan biaya Rp200 ribu, saat sampai di Ternate bisa menjadi Rp300 ribu. Karena biaya transportasi, penyeberangan feri, hingga upah buruh juga ikut naik,” jelasnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat menurunkan harga BBM agar harga komoditas di pasaran kembali stabil dan bisa dijangkau oleh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate belum memberikan tanggapan resmi terkait kenaikan harga komoditas pangan yang dikeluhkan para pedagang.

Upaya konfirmasi telah dilakukan wartawan Nalartimur dengan mendatangi Kantor Disperindag Kota Ternate sebanyak dua kali. Namun, pihak yang berwenang untuk memberikan keterangan tidak berada di tempat sehingga belum dapat dimintai tanggapan.

Jurnalis | Website |  + posts

Merupakan penulis dan editor di Nalartimur. Meliput berbagai topik, seperti Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Pemerintahan, dan beragam topik lainnya.

‎ ‎

‎Ikuti Media Kami ‎

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎