Ribuan Rektor dan Guru Besar Dikumpulkan di Istana

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 14:55 184 Nalar Timur

Jakarta, Nalartimur — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumpulkan ribuan rektor dan guru besar perguruan tinggi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

‎Sekitar 1.200 peserta yang hadir dalam pertemuan, terdiri atas rektor, dan guru besar dari perguruan tinggi maupun swasta.

‎Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan pertemuan ini merupakan agenda resmi Presiden Prabowo selaku kepala negara untuk berdiskusi serta menyampaikan pandanganya mengenai kondisi negara, geopolitik, dan rencana besar pembangunan ke depan.

‎Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo telah melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak.

‎”Pada hari ini Presiden akan berdiskusi dan membangun komunukasi bersama para rektor, guru besar, baik perguruan tinggi negeri, maupun swasta,” ujar Prasetyo.

‎Ia menambahkan, sekitar 1.200 undangan yang hadir untuk berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto.

‎Prasetyo menegaskan pendidikan menjadi salah satu fondasi utama karena pemerintah dalam satu minggu terakhir di pahami sebagai fondasi dan faktor kunci .

‎Selain mengejar swasembada pangan dan energi, kata dia, pembangunan sumber manusia menjadi pilar utama, baik untuk saat ini maupun ke depan dalam menuju Indonesia Emas 2045.

‎”Ini merupakan bagian dari rangkaian Presiden di bidang pendidikan,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, ia menyebutkan diskusi terkait pendidikan tinggi juga telah di mulai melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek), antara lain mengenai percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter yang berdasarkan data masih mengalami kekurangan hampir di atas 100 ribuan.

‎Selain itu, peningkatam kualitas lembaga pendidikan tinggi, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kualitas dosen, serta upaya mengurangi biaya operasional di setiap perguruan tinggi.

‎”Termasuk bagaimana kit berpikir untuk menekan biaya operasional di perguruan tinggi,” ujarnya.

‎Ia menanbahkan amanat konstitusi menegaskan kewajiban negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satunya melalui pendidikan di universitas.

‎”Jika memungkinkan, kita akan menghitung agar universitas dapat maju dan berkualitas tanpa memberatkan dari sisi pembiayaan,” Pungkasnya. (Abi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA