Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maluku Utara mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca pada Sabtu (16/5/2026) pukul 17.12 WIT.
Sejumlah wilayah di Maluku Utara diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
BMKG menyebutkan, kondisi cuaca tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 17.45 WIT dan berpotensi berlangsung hingga pukul 19.45 WIT.
Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Kabupaten Halmahera Barat di Kecamatan Jailolo, Sahu, Jailolo Selatan, Ibu Selatan, dan Sahu Timur. Di Kabupaten Halmahera Tengah, cuaca buruk berpotensi terjadi di Weda Utara dan Weda Tengah.

Sementara di Kabupaten Halmahera Utara, potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di Malifut, Tobelo Barat, Kao Barat, dan Kao Teluk. Untuk Kabupaten Halmahera Selatan, wilayah terdampak mencakup Kayoa, Obi Selatan, Obi, Bacan, Bacan Barat, Kayoa Barat, Kasiruta Barat, Kasiruta Timur, Mandioli Selatan, Mandioli Utara, Bacan Timur Selatan, serta Bacan Timur Tengah.
BMKG juga mencatat potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Kepulauan Sula, tepatnya di Mangoli Tengah dan Mangoli Selatan. Di Kabupaten Halmahera Timur, wilayah yang berpotensi terdampak yakni Wasile, Maba, Maba Selatan, Wasile Selatan, Wasile Timur, dan Kota Maba.
Selanjutnya, di Kabupaten Pulau Morotai meliputi Morotai Selatan, Morotai Selatan Barat, dan Morotai Timur. Adapun di Kabupaten Pulau Taliabu, potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di Taliabu Barat, Taliabu Barat Laut, Lede, Taliabu Utara, dan Taliabu Selatan.
Untuk wilayah Kota Ternate, peringatan dini berlaku di Pulau Ternate, Kota Ternate Utara, dan Pulau Hiri. Sedangkan di Kota Tidore Kepulauan meliputi Oba Utara dan Oba Tengah.
BMKG menambahkan, kondisi cuaca tersebut juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain di Maluku Utara. Di Kabupaten Halmahera Barat, potensi meluas terjadi di Loloda, Ibu, dan Tabaru.
Di Kabupaten Halmahera Tengah meliputi Weda, Patani, Weda Selatan, Patani Utara, Patani Barat, dan Weda Timur. Sementara di Kabupaten Halmahera Utara mencakup Tobelo, Tobelo Selatan, Kao, Tobelo Utara, Tobelo Tengah, Tobelo Timur, Galela Selatan, dan Kao Utara.
Wilayah lain yang juga berpotensi terdampak yakni Pulau Makian, Gane Timur, Gane Barat, Bacan Timur, Kayoa Selatan, Kayoa Utara, Bacan Barat Utara, Gane Barat Selatan, Gane Barat Utara, Obi Barat, Obi Timur, dan Obi Utara di Kabupaten Halmahera Selatan.
Di Kabupaten Kepulauan Sula, potensi meluas diperkirakan terjadi di Mangoli Timur, Sulabesi Barat, Mangoli Barat, Mangoli Utara Timur, dan Sanana Utara. Sedangkan di Kabupaten Halmahera Timur meliputi Wasile Tengah, Maba Tengah, dan Maba Utara.
Untuk Kabupaten Pulau Morotai, wilayah yang berpotensi terdampak tambahan yaitu Morotai Jaya dan Morotai Utara. Di Kabupaten Pulau Taliabu mencakup Taliabu Timur, Taliabu Timur Selatan, dan Tabona.
Adapun di Kota Ternate, potensi cuaca ekstrem dapat meluas ke Kota Ternate Selatan, Moti, dan Kota Ternate Tengah. Sedangkan di Kota Tidore Kepulauan meliputi Tidore, Oba, Tidore Selatan, Tidore Utara, dan Tidore Timur.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gelombang angin kencang, terutama bagi warga yang berada di wilayah rawan bencana dan pengguna transportasi laut. (Abi/Red)

