Skip to content
Header Advertisement 2
Beranda » News » HIPMA-HALTENG Jabodetabek Desak Pencopotan Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah

HIPMA-HALTENG Jabodetabek Desak Pencopotan Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah

Nalar Timur
Jum, 17 Apr 2026
Ketua Umum HIPMA-HALTENG Jabodetabek, Hamdani ABD Rahim, | Foto: Dok. (Istimewah)
Kecil Besar

Jabodetabek, Nalartimur — Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Tengah (HIPMA-HALTENG) Jabodetabek mendesak Mabes Polri mencopot Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah menyusul lambatnya penanganan kasus pembunuhan di kawasan hutan Patani Barat, Halmahera Tengah.

Kasus tersebut terjadi pada 2 April 2026 di kebun pala milik almarhum Ali Hi Daud. Hingga kini, aparat penegak hukum dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan dalam mengungkap pelaku maupun motif kejadian.

Ketua Umum HIPMA-HALTENG Jabodetabek, Hamdani ABD Rahim, mengatakan lambannya penanganan kasus tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat serta menurunkan kepercayaan terhadap institusi kepolisian di Maluku Utara, khususnya Halmahera Tengah.

“Kami melihat ini sebagai kegagalan serius aparat dalam menegakkan hukum. Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan yang jelas, kami akan turun langsung mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah,” ujar Hamdani, Jumat (17/04/2026).

‎Sebagai tindak lanjut, HIPMA-HALTENG Jabodetabek akan melakukan konsolidasi mahasiswa Maluku Utara se-Jabodetabek untuk menggelar aksi unjuk rasa di Mabes Polri.

Aksi tersebut berkaitan dengan kasus pembunuhan di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

Menurut Hamdani, pihaknya menduga kasus tersebut tidak berdiri sendiri dan berpotensi direncanakan secara sistematis.

Ia juga menyebut kasus pembunuhan di kawasan hutan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur disebut terjadi berulang setiap tahun.

“Kami akan mengonsolidasikan seluruh paguyuban Maluku Utara di Jakarta dan menggelar aksi di Mabes Polri sebagai bentuk tekanan moral agar kasus ini segera dituntaskan,” katanya.

Dalam rencana aksi tersebut, HIPMA-HALTENG Jabodetabek menyampaikan empat tuntutan, yakni mendesak pencopotan Kapolda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah, pembentukan tim khusus untuk mengusut kasus, pengungkapan pelaku dan motif secara transparan, serta jaminan keamanan bagi masyarakat Halmahera Tengah.

HIPMA-HALTENG Jabodetabek menyatakan akan terus mengawal penanganan kasus tersebut hingga tuntas serta mengajak masyarakat untuk turut mengawasi proses penegakan hukum. (Abi/Red)

‎ ‎

‎Ikuti Media Kami ‎

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎