Halmahera Tengah, Nalartimur — Warga di Desa Banemo, Bobane Jaya, dan Bobane Indah, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, masih diliputi rasa takut untuk beraktivitas di kebun setelah peristiwa pembunuhan seorang petani di wilayah Desa Bobane Jaya pada 2 April 2026.
Situasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor perkebunan. Sejumlah warga mengaku enggan ke kebun karena khawatir akan keselamatan mereka.
Perwakilan Serikat Petani Patani wilayah Patani Barat, Aslan Sarifudin, menilai pemerintah desa hingga pemerintah daerah belum menunjukkan langkah konkret dalam merespons kondisi tersebut.
“Pemerintah perlu hadir dan mengambil langkah serius. Warga saat ini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup karena tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Aslan, melalui keterangan resminya yang diterima Nalartimur, Jumat (17/04/2026).
Ia mendesak pemerintah segera menyalurkan bantuan sosial, termasuk bantuan tunai bagi warga kurang mampu yang terdampak langsung akibat terganggunya aktivitas perkebunan.
Ia juga menambahkan sekitar 3.000 warga di tiga desa tersebut menggantungkan hidup pada hasil perkebunan, selain sebagian lainnya berprofesi sebagai nelayan. (Abi/Red)