Kementerian Agama Republik Indonesia menyiapkan 88 titik pemantauan hilal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah sekaligus menetapkan Hari Raya Idul Adha.
Pemantauan hilal dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026, bertepatan dengan pelaksanaan sidang isbat awal Zulhijah oleh Kementerian Agama. Proses rukyatul hilal dilakukan di sejumlah lokasi strategis, mulai dari kawasan pantai, atap gedung, observatorium, hingga menara pemantauan yang tersebar dari Aceh hingga Papua Barat.
Pelaksanaan rukyat tersebut menjadi salah satu dasar dalam penetapan awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah, selain perhitungan hisab yang digunakan sebagai data pendukung dalam sidang isbat.
Sejumlah lokasi pemantauan tersebar di berbagai provinsi. Di wilayah Aceh, pengamatan dilakukan di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga; Km 0 Sabang; Bukit Blang Tiron di Komplek Perta Arun Gas, Kota Lhokseumawe; serta Pantai Lhok Geulumpang, Setia Bakti, Aceh Jaya.
Di Sumatera Utara, pemantauan dilakukan di Lantai IX Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara. Sementara di Sumatera Barat, titik rukyat tersebar di 18 lokasi, di antaranya Gedung DPRD Pasaman Barat, Bukit Nganang Payakumbuh, Puncak Langkisau Painan, Kampus UIN Syeh Muhammad Djambek Bukittinggi, hingga Masjid Al-Hakim Padang.
Di Provinsi Riau, pemantauan dilakukan di Pantai Selat Baru, Kabupaten Bengkalis. Untuk wilayah Kepulauan Riau, titik pengamatan berada di Pantai Tanjung Setumu, Tanjungpinang. Sementara di Jambi, lokasi pengamatan dipusatkan di rooftop Bank Jambi lantai 14, Telanaipura, Kota Jambi.
Di Sumatera Selatan, pemantauan dilakukan di helipad Hotel Aryaduta Palembang. Adapun di Bangka Belitung, lokasi berada di Pantai Batu Kapur, Kabupaten Bangka Selatan. Bengkulu menempatkan titik pemantauan di Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu, sedangkan Lampung di POB Bukit Gelumpai, Pantai Canti Kalianda, Lampung Selatan.
Wilayah DKI Jakarta menyiapkan lima lokasi, yakni Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Masjid Musariin Pesantren Al-Hidayah Basmol, Pulau Karya/Pramuka, dan Rumah Falak Pondok Labu.
Di Pulau Jawa, titik pengamatan juga tersebar di sejumlah daerah. Jawa Barat memiliki empat titik, antara lain POB Gunung Putri Banjar dan POB Pasir Lasih Pangandaran. Jawa Tengah menempatkan delapan titik, termasuk Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailani di UIN Walisongo Semarang, serta Pantai Kartini Jepara.
Untuk DI Yogyakarta dan Jawa Timur, pemantauan dilakukan di sejumlah pesantren, pantai, laboratorium kampus, hotel, hingga menara rukyat. Beberapa di antaranya berada di Bantul, Mojokerto, Banyuwangi, Sampang, Blitar, Lamongan, Tuban, dan Jombang.
Di wilayah Kalimantan, titik pemantauan berada di Pantai Indah Kakap, Kubu Raya; Menara Masjid Raya Darussalam Palangka Raya; kawasan IKN Nusantara; Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin; serta Satuan Radar AU 204 Tarakan.
Sementara di Bali dan Nusa Tenggara, pengamatan dilakukan di Pantai Sekeh, Kuta Selatan, Badung; Desa Teniga di Lombok Utara; dan Gedung Pelayanan BMKG Kupang.
Di Sulawesi, lokasi pemantauan tersebar di Makassar, Mamuju, Kolaka, Gorontalo, Donggala, dan Kota Manado. Untuk Sulawesi Utara, titik pengamatan dipusatkan di area parkir MTC Megamas lantai R1, Manado.
Di kawasan Indonesia timur, Maluku menyiapkan enam titik, antara lain di Ambon, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, dan Pulau Buru. Sedangkan Maluku Utara memiliki dua titik pemantauan, yakni Pantai Ropu Tengah Balu di Halmahera Barat dan Pantai Afe Taduma di Ternate.
Adapun di Papua, pemantauan dilakukan di Pantai Lampu Satu, Merauke, serta The Hele’yo Yobeh di Sentani, Kabupaten Jayapura. Sementara di Papua Barat, pengamatan dilakukan di Pantai Masni, Manokwari, dan Hotel Waigo.
Hasil rukyatul hilal dari seluruh titik tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah untuk menetapkan awal Zulhijah 1447 Hijriah dan jadwal pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 2026 di Indonesia. (Abi/Red)

