Harapan dari Yondeliu: Kelompok Tani Pecewegu Menanti Uluran Tangan Pemda Halteng

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 21:00 191 Nalar Timur

Halmahera Tengah, Nalartimur — ‎Di balik hamparan lahan seluas 1,6 hektare di Desa Yondeliu, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, tersimpan harapan besar Kelompok Tani Pecewegu.

‎Harapan itu tumbuh seiring persiapan mereka menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan tanaman biji-bijian demi menopang ketahanan pangan lokal.

‎Kelompok tani yang beranggotakan 10 orang ini dipimpin oleh Aher Laonco.

‎Dengan semangat gotong royong, mereka telah membuka dan menyiapkan lahan, meski di tengah keterbatasan sarana dan perhatian pemerintah.

‎Salah satu kendala utama yang mereka hadapi adalah ancaman binatang liar, khususnya babi hutan. Lahan yang belum memiliki pagar membuat tanaman berisiko rusak sebelum panen.

‎“Di sini torang (kami) lebih utamakan pagar. Tapi pagar seperti jaring bronjong,” ungkap Aher, Sabtu (17/1/2026).

‎Di tengah gencarnya dorongan Presiden RI terhadap peningkatan produksi pertanian nasional, Aher menyayangkan minimnya respons dari pemerintah desa, kecamatan, hingga balai pertanian.

‎Hingga kini, belum ada bantuan nyata yang mereka terima.

‎“Kami memang sudah persiapkan lahan untuk menanam, tapi sampai sekarang belum ada respons dari pemerintah,” jelas Aher.

‎Selain pagar, Kelompok Tani Pecewegu juga sangat membutuhkan sejumlah alat pertanian mendesak.

‎Di antaranya traktor tangan atau mini traktor untuk pengolahan tanah yang lebih efisien, pompa air untuk kebutuhan irigasi terutama saat musim kemarau, serta alat penyemprot hama dan pupuk agar aplikasi lebih merata.

‎Tak hanya itu, alat dasar seperti cangkul dan sekop berkualitas, serta gerobak dorong atau alat angkut juga menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas di lahan.

‎“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan keterbatasan yang ada. Tapi kalau mau hasil panen optimal dan produktivitas meningkat, torang (kami) butuh alat-alat pertanian yang lebih maju,” tegas Aher.

‎Ia meyakini, Kelompok Tani Pecewegu memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ketahanan pangan di wilayah Patani.

‎Dengan dukungan fasilitas memadai, mereka dapat mengolah lahan secara maksimal dan menanam lebih banyak jenis sayuran.

‎“Kalau sudah ada alat-alat, torang yakin bisa olah lahan lebih baik dan tanam lebih banyak,” ujarnya optimistis.

‎Menurut Aher, penguatan sektor pertanian bukan hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada kesejahteraan anggota kelompok dan masyarakat sekitar.

‎“Ini bagian penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

‎Kelompok Tani Pecewegu berharap Pemerintah Daerah Halmahera Tengah dapat segera merespons dan merealisasikan bantuan alat pertanian tersebut.

Apalagi, ketergantungan pasar Patani terhadap pasokan dari luar daerah masih sangat tinggi.

‎“Kita lihat sendiri pasar di Patani ini, banyak barang masih belanja dari luar,” beber Aher.

‎Menutup pernyataannya, Aher menegaskan kesiapan kelompoknya untuk berkolaborasi dengan pemerintah demi mencapai tujuan bersama.

‎“Torang (kami) siap kerja sama,” pungkasnya. (Abi).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA