Skip to content
Header Advertisement 2
Beranda » Hukum dan Kriminal » Sentuhan Humanis Polri, Anak-Anak Terdampak Konflik Kembali Tersenyum

Sentuhan Humanis Polri, Anak-Anak Terdampak Konflik Kembali Tersenyum

Hasbi Ade
Sel, 07 Apr 2026
Di tengah situasi pascakonflik yang menyisakan trauma, kehadiran Polri menjadi harapan bagi anak-anak terdampak. Tim Psikologi Biro SDM Polda Maluku Utara bersama Dansat Brimob Polda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di wilayah terdampak.
Kecil Besar

Halmahera Tengah, Nalartimur — Di tengah situasi pascakonflik yang menyisakan trauma, kehadiran Polri menjadi harapan bagi anak-anak terdampak. Tim Psikologi Biro SDM Polda Maluku Utara bersama Dansat Brimob Polda Maluku Utara dan Kapolres Halmahera Tengah melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di wilayah terdampak, Senin (6/4/2026).

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dengan pendekatan psikologis yang menyenangkan, seperti permainan, interaksi langsung, serta pemberian bingkisan. Tawa dan senyum anak-anak mulai kembali terlihat, menggantikan rasa takut akibat situasi yang mereka alami sebelumnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polri membaur bersama anak-anak, duduk, bercanda, dan memberikan perhatian guna membantu pemulihan kondisi psikologis mereka secara bertahap. Pendekatan ini dinilai penting untuk menumbuhkan kembali rasa aman dan nyaman.

Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W., S.H., S.I.K., M.I.K., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan dalam situasi konflik.

“Trauma healing ini kami lakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak agar dapat kembali ceria dan menjalani aktivitas seperti sediakala. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pemulihan mental masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri dan berbagai pihak akan terus dilakukan guna memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat bangkit dari kondisi sulit pascakonflik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan trauma yang dialami anak-anak dapat berangsur pulih. Kehadiran Polri diharapkan menjadi simbol perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.

‎ ‎

‎Ikuti Media Kami ‎

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎