Yahukimo — Harga bensin di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, mengalami kenaikan signifikan yang dikeluhkan masyarakat.
Sebelumnya, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi, yakni pertalite dijual seharga Rp25.000 untuk takaran setengah liter dan naik menjadi Rp100.000 dengan takaran yang sama. Kenaikan harga tersebut dinilai berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Bahan bakar minyak (BBM) menjadi kebutuhan penting bagi warga untuk menunjang mobilitas, mengangkut hasil pertanian, mengakses layanan kesehatan, serta menjalankan berbagai usaha kecil dan menengah.
Sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Yahukimo bersama instansi terkait segera melakukan peninjauan terhadap kondisi tersebut.
Selain itu, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah untuk menjaga kestabilan harga BBM melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat memperoleh kepastian harga dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut warga, stabilitas harga BBM memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta mencegah meningkatnya beban biaya hidup di daerah.
Salah seorang warga Yahukimo yang meminta namanya tidak dipebulikasikan mengaku kenaikan harga bensin tersebut memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Saya sebagai warga Yahukimo merasa sangat terbebani dengan kenaikan harga bensin dan BBM yang terjadi belakangan ini. Kalau dulu setengah liter cukup dibeli dengan harga Rp25.000, sekarang melonjak menjadi Rp100.000. Kenaikan ini sangat memengaruhi kehidupan kami sehari-hari,” katanya, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, BBM merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil kebun ke pasar, mengakses layanan kesehatan, mengantar anak ke sekolah, serta menjalankan usaha kecil.
“Bagi kami, bensin bukan barang mewah, melainkan kebutuhan pokok. Dengan harga setinggi ini, sebagian besar pendapatan masyarakat habis hanya untuk membeli sedikit bensin.” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa distribusi barang dan BBM ke Yahukimo dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur udara dan jalur pelabuhan.
“Pengelolaan distribusi yang lebih baik diharapkan dapat membantu menekan biaya pengiriman sehingga harga jual BBM menjadi lebih terjangkau,” pungkasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Yahukimo bersama instansi terkait segera mengevaluasi kondisi tersebut, melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai kewenangannya, serta mengupayakan adanya kepastian harga BBM yang lebih stabil demi mendukung aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
