Ketua Pemuda Desa Maliforo, Kecamatan Patani Utara, Irsan Talabuddin, menolak rencana kerja sama antara Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Tengah (Dispar Halteng) dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dalam pengelolaan tiga pulau di wilayah Patani.
Tiga pulau yang dimaksud yakni Pulau Mour, Pulau Sayafi, dan Pulau Liwo.
Menurut Irsan, pulau-pulau tersebut selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.
“Di Pulau Sayafi, misalnya, terdapat perkebunan kelapa, pala, dan cengkeh. Selain itu, sektor perikanan juga menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakat,” ujar Irsan, melalui keterangan resminya yang diterima, Nalartimur pada Rabu (29/4/2026).
Ia menilai, jika pengelolaan tiga pulau diserahkan kepada pihak perusahaan, dapat berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat lokal yang selama ini bergantung pada sumber daya di wilayah tersebut.
Selain itu, Irsan juga menyoroti hubungan historis masyarakat dengan pulau-pulau tersebut yang dinilai telah terjalin kuat sejak lama.
Ia mengkhawatirkan adanya pembatasan akses masyarakat apabila pengelolaan dilakukan oleh pihak perusahaan.
Lebih lanjut, ia mendorong agar Dinas Pariwisata Halteng dapat mengembangkan potensi wisata secara mandiri tanpa melibatkan pihak swasta, khususnya PT IWIP.
“Dinas Pariwisata seharusnya fokus mengembangkan potensi wisata yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kajian mendalam sebelum mengambil kebijakan strategis, agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat.
Menurutnya, kerja sama dengan PT IWIP sebaiknya difokuskan pada penanganan persoalan di wilayah lingkar tambang, seperti pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, pengendalian debu, serta pembangunan infrastruktur jalan yang hingga kini dinilai belum optimal.
“Atas dasar itu, kami secara tegas menolak rencana kerja sama pengelolaan tiga pulau dengan PT IWIP,” tegas Irsan. (Abi/Red)

