Skip to content
Beranda » Pendidikan » BEM Fatek UMMU Gelar Aksi Bertajuk “Rektor Baru UMMU Galap”

BEM Fatek UMMU Gelar Aksi Bertajuk “Rektor Baru UMMU Galap”

Safri Rusdi
Sen, 13 Jul 2026
Sebuah spanduk terlihat dipasang di gedung kampus saat aksi demonstrasi berlangsung di Kampus UMMU
A    A    A

Nalartimur — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat UMMU, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Senin (13/7/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut Rektor UMMU segera melakukan perbaikan terhadap sejumlah fasilitas kampus yang dinilai mengalami kerusakan dan mengganggu proses perkuliahan.

Aksi bertajuk “Rektor Baru UMMU Galap” itu diawali dengan pembakaran ban di beberapa titik Kampus A sebelum massa bergerak menuju Gedung Rektorat.

Mahasiswa menyatakan kekecewaan karena berbagai persoalan fasilitas kampus dinilai belum terselesaikan, mulai dari masa kepemimpinan Rektor Saiful Deni hingga kepemimpinan rektor saat ini.

Situasi sempat memanas ketika salah seorang peserta aksi memasuki ruang rektorat sambil berorasi. Dalam orasinya, ia meminta pihak kampus bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang terjadi.

“Pihak kampus harus bertanggung jawab atas problem yang terjadi dalam kampus. Kami merasa kecewa,” teriak salah seorang peserta aksi.

Sementara itu, peserta aksi lainnya membentangkan spanduk di dinding Gedung Rektorat bertuliskan “Rektor Baru UMMU Galap” sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan rektor yang baru.

Koordinator Lapangan (Korlap), Rahmat Zulfikri, mengatakan persoalan utama yang dikeluhkan mahasiswa adalah kondisi Laboratorium Informatika.

Menurutnya, dari sejumlah komputer yang tersedia, hanya tiga unit yang masih dapat digunakan, sementara sisanya dalam kondisi rusak.

Rahmat juga menyoroti biaya laboratorium yang tetap dibayarkan mahasiswa setiap tahun meskipun fasilitas belum diperbaiki.

Ia menyebut pada 2021 biaya laboratorium sebesar Rp300 ribu, kemudian meningkat menjadi Rp450 ribu pada 2023.

“Uang laboratorium tiap tahun kami bayar. Tahun 2021 sebesar Rp300 ribu, lalu pada 2023 naik menjadi Rp450 ribu. Namun hingga hari ini komputer yang rusak belum diperbaiki oleh pihak kampus,” ujarnya.

Selain laboratorium, Rahmat mengeluhkan kondisi toilet kampus yang tidak dapat digunakan mahasiswa.

“WC rusak, jadi saat torang rasa buang air, torang harus balik kos dulu, setelah itu baru kembali ke kampus,” katanya.

Menurut Rahmat, akses WiFi kampus juga menjadi salah satu tuntutan mahasiswa karena hingga saat ini jaringan tersebut dinilai belum dapat dimanfaatkan oleh sebagian besar mahasiswa.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Biro Humas UMMU, Hesti Namalia, mengatakan perbaikan fasilitas kampus telah masuk dalam rencana kerja universitas dan akan segera dilaksanakan.

“Fasilitas kampus sudah masuk dalam rencana kerja dan akan kami selesaikan,” ujarnya.

Terkait tuntutan lainnya, Hesti menyampaikan pembahasan akan dilakukan saat rektor tiba di kampus pada Sabtu mendatang.

Ia menyatakan akan memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dan pihak rektorat.

“Tuntutan lainnya akan dibicarakan saat kedatangan Ibu Rektor pada hari Sabtu, dan saya sendiri yang akan memediasi pertemuan tersebut,” katanya.

Reporter | 082335230974 |  + posts

Merupakan penulis yang baru bergabung pada 2026. Meliput topik di bidang Hukum dan Kriminal di Kota Ternate.