Skip to content
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Pekerja Lokal Desa Sagea Protes Kebijakan PT Zonghai ATA, Jalan Hauling Diblokade

Pekerja Lokal Desa Sagea Protes Kebijakan PT Zonghai ATA, Jalan Hauling Diblokade

Nalar Timur
Jum, 08 Mei 2026
Sejumlah karyawan lokal melakukan aksi pemboikotan di jalan hauling milik PT Zonghai ATA di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026) | Foto: Dok (Istimewah)
Kecil Besar

Sejumlah karyawan lokal melakukan aksi pemboikotan di jalan hauling milik PT Zonghai ATA di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh dugaan belum dipenuhinya janji pembayaran uang sebesar Rp1 juta yang sebelumnya disampaikan pihak manajemen perusahaan kepada para pekerja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, janji pembayaran itu disebut telah disampaikan kepada setiap divisi di lingkungan PT Zonghai ATA.

Sejumlah divisi dikabarkan telah menerima uang yang dijanjikan pada April lalu. Namun, karyawan pada Departemen HSE Safety mengaku belum menerima pembayaran tersebut.

Salah seorang pekerja lokal menyebutkan bahwa pihak perusahaan sempat menawarkan dua pilihan kepada para pekerja. Pilihan pertama, pekerja menerima uang sebesar Rp500 ribu dengan konsekuensi kontrak kerja tidak dijamin. Sementara pilihan kedua, pekerja menerima uang Rp1 juta namun harus mengundurkan diri dari perusahaan.

“Perusahaan menyampaikan, kalau diberikan Rp500 ribu maka kontrak kerja tidak dijamin. Tetapi kalau diberikan Rp1 juta, pekerja harus resign,” ujar salah satu pekerja yang ikut dalam aksi tersebut, Jumat (8/5/2026).

Menurut keterangan para pekerja, sebagian karyawan lokal akhirnya memilih menerima uang Rp1 juta dan mengundurkan diri dari perusahaan sesuai kesepakatan yang disampaikan pihak manajemen.

Kondisi tersebut kemudian memicu kekecewaan sejumlah pekerja lokal Desa Sagea. Mereka menilai perusahaan seharusnya memberikan prioritas dan perlindungan terhadap tenaga kerja lokal tanpa adanya tekanan tertentu.

“Bagi kami, perusahaan seharusnya memprioritaskan karyawan lokal tanpa ada tekanan apa pun dari pihak perusahaan,” ungkap Aco, yang juga merupakan salah satu peserta aksi. (Abi/Red)

Redaksi | 085143933586 | Website |  + posts
‎ ‎

‎Ikuti Media Kami ‎

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎