Khotbah Shalat Istisqa di Morotai Soroti Amanah Jabatan dan Perilaku Masyarakat

Shalat Istisqa (salat meminta hujan) digelar secara berjamaah di halaman Kantor Bupati Pulau Morotai.

A    A    A

Nalartimur — Shalat Istisqa (salat meminta hujan) digelar secara berjamaah di halaman Kantor Bupati Pulau Morotai, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di tengah kondisi musim kemarau yang melanda wilayah Pulau Morotai.

Dalam khotbahnya, Hi. Rajak Lotar mengajak aparatur sipil negara (ASN), pejabat daerah, dan masyarakat untuk melakukan introspeksi terhadap perilaku dan tanggung jawab masing-masing.

Ia mengaitkan persoalan kekeringan dengan pentingnya menjaga amanah dan menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.

Hi. Rajak Lotar mengutip Surah Asy-Syura ayat 30 yang menyebutkan bahwa musibah yang menimpa manusia berkaitan dengan perbuatan yang dilakukan oleh manusia.

“Bila kecurangan merajalela, ketidakjujuran dalam jabatan terjadi, dan zakat jarang ditunaikan, maka salah satu akibatnya adalah tertahannya turunnya hujan,” kata Hi. Rajak Lotar dalam khotbahnya.

Ia juga mengingatkan para pejabat dan pegawai agar menjalankan kewenangan serta tugas yang diberikan secara bertanggung jawab dan jujur.

“Pejabat diingatkan agar tidak menyalahgunakan kewenangan. Pegawai harus menjalankan tugas dengan baik dan jujur. Jika amanah ini dilanggar, maka berkah Allah akan dicabut dari wilayah ini,” ujarnya.

Selain persoalan amanah jabatan, khatib juga menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai tanggung jawab dalam bidang pendidikan.

Guru diminta memberikan teladan kepada peserta didik, siswa diminta menghormati pendidik, sementara orang tua diingatkan agar memperhatikan pendidikan agama anak.

Menurut Hi. Rajak Lotar, salah satu bentuk ikhtiar menghadapi kondisi tersebut adalah melakukan tobat nasuha, memperbanyak istighfar, meninggalkan perbuatan curang, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.

Shalat Istisqa tersebut diikuti oleh masyarakat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

Dalam doa yang dipanjatkan, jemaah memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat, merata di wilayah Pulau Morotai, menyuburkan tanaman, serta tidak menimbulkan bencana.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September.

Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan pengaruh El Nino yang dapat mengurangi suplai uap air sehingga meningkatkan kondisi kering di sejumlah wilayah, termasuk Maluku Utara.

Pada akhir khotbah, Hi. Rajak Lotar mengajak jemaah untuk memperbanyak istighfar.

“Qulu qauli hadza, wastaghfirullahal ‘azhim, lakum wa lisairil muslimina wal muslimat,” tutupnya.

AB
PENULIS

Aril Baba

Diterbitkan: 1 September 2026 pukul 01.22

BERITA TERKAIT