Peresmian RLH di Patani Utara Diwarnai Kritik Warga kepada Bupati Halteng

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Jan 2026 18:55 446 Nalar Timur

Halmahera Tengah, Nalartimur — Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangaji, saat berkunjung ke Desa Santosa, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat (2/1/2026), untuk meresmikan Rumah Layak Huni (RLH), mendapat teguran kritis dari salah satu warga yang kemudian menjadi sorotan publik.

Di sela-sela acara peresmian yang di gelar di tengah jalan dan di padati masyarakat Desa Santosa, seorang pria muda bercelana panjang dan mengenakan topi tiba-tiba mengangkat tangan kanannya untuk menyampaikan kritik kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangaji dan Ahlan Djumadil (IMS–ADIL).

Pria tersebut bernama Nasim. Sebelum menyampaikan kritiknya, ia terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah.

Menurutnya, kinerja keduanya dalam memimpin roda pemerintahan Halmahera Tengah menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

Namun, setelah menyampaikan pujian, Nasim mengkritisi penyaluran bantuan RLH yang di nilainya lebih dahulu di terima oleh aparatur pemerintah desa ketimbang masyarakat umum.

Ia menilai pemerintah desa telah lebih dulu memperoleh bantuan rumah layak huni dan fasilitas toilet, sementara sebagian masyarakat masih belum merasakan manfaat program tersebut.

“Saya meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk memberikan penjelasan sekaligus merefleksikan kembali persoalan ini,” ujar Nasim.

Ia menegaskan bahwa seharusnya bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat terlebih dahulu, bukan aparatur pemerintah desa.

“Karena tanpa rakyat, tidak akan ada Bupati dan Wakil Bupati,” tegasnya.

Selain itu, Nasim mengaku rumahnya telah didata sebanyak lima kali, namun hingga kini bantuan RLH belum juga di terimanya, sementara pemerintah desa justru lebih dahulu mendapatkan bantuan tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangaji, meminta masyarakat yang belum menerima bantuan agar tidak merasa khawatir. Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut akan diupayakan secara bertahap.

“Yang penting berdoa agar kami selalu sehat. Anggap saja Allah belum memberikan rezeki itu sekarang. Tidak perlu khawatir, karena kita sudah bertemu hari ini. Mudah-mudahan Bupati bisa memberikan bantuan Rumah Layak Huni,” ujar Ikram.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Halmahera Tengah menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi dan mencatat nama warga yang belum menerima bantuan. Ia memastikan bahwa program RLH akan kembali di adakan pada tahun 2026.

“Rumah ini diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tapi penampilan kamu terlihat seperti bukan MBR—masih kuat, celananya bagus, bahkan pakai topi juga bagus. Namun karena kamu termasuk MBR, insyaallah namanya akan di masukkan,” ujar Kadis PU sambil melirik ke arah Nasim.

Ia menjelaskan bahwa terdapat empat jalur program bantuan yang dapat di masuki, yakni melalui PMD, PU, Perbatasan, dan Perumahan dan Permukiman (Perkim). (Abi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA