Kebutuhan akan akses jalan tani yang layak kembali disuarakan warga dan petani di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026).
Infrastruktur jalan dan jembatan menuju wilayah perkebunan dinilai menjadi kebutuhan dasar masyarakat di Desa Banemo, Bobane Jaya, Bobane Indah, dan Bobane Remdi untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Koordinator Solidaritas Warga Banemo Melawan, Aslan Sarifudin, menegaskan bahwa pembangunan jalan tani harus menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah. Menurutnya, akses yang memadai akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor perkebunan.
“Apabila Bupati dan Wakil Bupati serius membangun jalan tani, maka pemerintah daerah turut mendorong pertumbuhan ekonomi petani. Selain itu, masyarakat juga akan semakin aktif berkebun sehingga rasa takut akibat ancaman teror perlahan berkurang,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan jalan tani tidak cukup hanya sebatas pembersihan badan jalan. Infrastruktur yang dibangun harus benar-benar layak digunakan dan mampu mengatasi persoalan jalan becek maupun akses yang sulit dilalui warga.
Solidaritas Warga Banemo mengusulkan agar akses jalan di setiap titik perkebunan dapat saling terhubung. Beberapa ruas yang dinilai perlu mendapat perhatian antara lain Jalan Lola menuju Jalan Sif yang diusulkan untuk dihotmix, serta perbaikan jalan di wilayah Osia, Remdi Woyololo, Obly, dan Woyobalo.
Mayoritas masyarakat di wilayah Patani, Patani Timur, Patani Utara, dan Patani Barat setiap hari bergantung pada hasil perkebunan seperti pala, cengkih, dan kelapa. Karena itu, akses transportasi yang memadai dianggap sangat penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Solidaritas Warga Banemo berharap Bupati, Wakil Bupati, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Tengah dapat menanggapi aspirasi masyarakat secara serius demi mendukung pembangunan sektor pertanian di wilayah Patani Barat. (Abi/Red)

