Skip to content
Beranda » Opini » Belajar dan Berlatih Menata Pola Pikir dalam Memahami Masalah ‎

Belajar dan Berlatih Menata Pola Pikir dalam Memahami Masalah ‎

Nalar Timur
Kam, 04 Jun 2026
Yhasir Ashari, Ketua Kota LMID Ternate
A    A    A

Memahami sebuah persoalan memerlukan teori dan metode yang digunakan untuk menyelidiki serta mempelajari keadaan di sekitar secara sistematis dan cermat. Upaya tersebut tidak cukup dilakukan hanya dengan mengandalkan antusiasme, tetapi harus disertai semangat yang diwujudkan melalui praktik nyata.

‎Pendekatan seperti ini penting, terutama bagi mereka yang memahami teori tetapi belum mengenal kondisi riil di lapangan. Tanpa pemahaman terhadap kenyataan yang ada, teori akan sulit dihubungkan dengan praktik.

Setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan praktis perlu melakukan penyelidikan di tingkat akar rumput. Sikap ini merupakan bagian dari upaya mencari kebenaran berdasarkan fakta.

Dalam konteks ini, “kenyataan” adalah segala sesuatu yang ada secara objektif, sedangkan “kebenaran” merupakan hubungan internal yang membentuk hukum-hukum dari kenyataan tersebut. Adapun “mencari” berarti melakukan penyelidikan secara mendalam.

‎Karena itu, komentar atau kritik yang tidak didasarkan pada penyelidikan yang cermat berpotensi menjadi penilaian yang keliru. Tidak sedikit orang yang mudah memberikan komentar, menyampaikan pendapat, atau mengkritik suatu persoalan tanpa terlebih dahulu memahami fakta yang sebenarnya. Sikap seperti ini sering kali berujung pada kesimpulan yang tidak tepat.

‎Prinsip yang menyatakan “Tanpa penyelidikan, tidak berhak berbicara” mengingatkan pentingnya memahami persoalan sebelum memberikan penilaian.

Bagi mereka yang memegang peran kepemimpinan, salah satu cara utama untuk memahami keadaan adalah dengan memusatkan perhatian pada fakta-fakta yang ada melalui penyelidikan yang terencana dan mendalam, disertai metode analisis yang tepat.

‎Pendekatan ini mengajarkan pentingnya memahami keadaan berdasarkan kenyataan objektif, bukan berdasarkan keinginan subjektif. Teori akan kehilangan arah apabila tidak dihubungkan dengan praktik, sebagaimana praktik dapat berjalan tanpa arah apabila tidak diterangi oleh teori.

‎Oleh karena itu, setiap tindakan seharusnya bertolak dari kondisi nyata. Dari kenyataan tersebut dapat ditarik berbagai hukum dan hubungan yang terkandung di dalamnya, bukan berdasarkan dugaan atau perkiraan semata. Hubungan internal dari berbagai peristiwa perlu dipahami agar dapat menjadi dasar dalam menentukan tindakan yang tepat.

Untuk mencapai hal itu, seseorang tidak boleh hanya bersandar pada dugaan subjektif, semangat sesaat, atau semata-mata pada isi buku. Yang lebih penting adalah berpijak pada fakta objektif, mengumpulkan data secara rinci, lalu menarik kesimpulan berdasarkan bahan yang tersedia dengan berpedoman pada prinsip-prinsip umum yang relevan.

‎Dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang mengabaikan prinsip tersebut. Mereka cenderung menyimpulkan sesuatu berdasarkan asumsi tanpa melakukan penyelidikan yang memadai.

Apabila suatu masalah belum dapat dipecahkan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempelajari kondisi masalah tersebut, baik dalam keadaan saat ini maupun melalui latar belakang sejarahnya. Dengan penyelidikan yang jelas dan menyeluruh, peluang menemukan solusi yang tepat akan semakin besar.

‎Setiap kesimpulan seharusnya lahir setelah proses penyelidikan, bukan sebelumnya. Upaya mencari jalan keluar tanpa memahami fakta dan kondisi yang sebenarnya sering kali menghasilkan solusi yang tidak efektif.

‎Karena itu, salah satu cara untuk memahami keadaan secara utuh adalah melalui penyelidikan sosial, yakni mempelajari kondisi berbagai kelompok sosial dalam kehidupan nyata. Melalui proses tersebut, pemahaman yang diperoleh akan lebih dekat dengan kenyataan dan dapat menjadi dasar yang kuat dalam mengambil keputusan maupun menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah.

‎Pada akhirnya, memahami persoalan secara objektif menuntut kesediaan untuk mengumpulkan fakta, mempelajari kondisi nyata, serta menarik kesimpulan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, teori dan praktik dapat berjalan beriringan dalam upaya mencari solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. (*)


Artikel ini ditulis oleh Yhasir Ashari. Penulis merupakan Ketua Kota LMID Ternate.

Redaksi | 085143933586 | Website |  + posts
‎ ‎

‎Ikuti Media Kami ‎

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎