Skip to content
Beranda » Industri dan Ekologi » Puluhan Karyawan PT TID di Halmahera Tengah Diduga Keracunan Makanan

Puluhan Karyawan PT TID di Halmahera Tengah Diduga Keracunan Makanan

Nalar Timur
Sen, 04 Mei 2026
Puluhan karyawan yang diduga mengalami keracunan makanan yang telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat | Foto: Istimewa
Kecil Besar

Puluhan karyawan PT Tempooprees International Delivery (TID) yang beroperasi di Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara, diduga mengalami keracunan makanan pada Minggu, 3 Mei 2026, sekitar pukul 09.30 WIT.

Berdasarkan data yang dihimpun, awalnya tercatat 36 orang mengalami gejala yang diduga mengalami keracunan makanan.

Dari jumlah tersebut, 16 orang menjalani perawatan di Puskesmas Sagea, Kecamatan Weda Utara, sementara 20 orang lainnya menjalani observasi oleh tenaga medis perusahaan dengan status rawat jalan.

Namun, berdasarkan keterangan salah satu perawat di Puskesmas Sagea yang mencatat data pasien, jumlah korban kemudian bertambah menjadi 54 orang yang sempat dirawat di fasilitas kesehatan tersebut.

‎Dari total 54 orang tersebut, sebanyak 37 orang telah dipulangkan, sementara beberapa orang lainnya masih menjalani perawatan.

‎“Karyawan tersebut diduga mengalami keracunan makanan. Dari kejadian itu, puluhan karyawan merasa mual, muntah, dan buang air besar lebih dari tiga kali,” ujar Kepala Puskesmas Sagea, Agusthina Pare, S.Tr.Keb, dilansir dari Giandranews.com, Minggu (3/5/2026).

Peristiwa ini disebut sebagai kejadian kedua yang melibatkan perusahaan yang sama di wilayah operasional Halmahera Tengah, khususnya di Kecamatan Weda Utara.

Sejumlah pihak meminta Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut, mengingat kejadian serupa disebut pernah terjadi sebelumnya.

‎Sebagai informasi, pemasok makanan atau vendor katering bagi PT Tempooprees International Delivery (TID) diduga berasal dari Desa Sagea.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait kejadian yang menimpa para pekerja. (Abi/Red)

Redaksi | 085143933586 | Website |  + posts
‎ ‎

‎Ikuti Media Kami ‎

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎