Pembangunan talud di Desa Maidi, Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, yang menelan anggaran sebesar Rp8.825.400.000 kini menuai sorotan publik.
Proyek yang dikerjakan oleh CV. Calysta Persada Utama itu dipertanyakan menyusul sejumlah temuan di lapangan yang dinilai belum sesuai harapan masyarakat.
Masyarakat menyoroti kondisi penimbunan talud yang dianggap belum tuntas, serta drainase yang disebut mengalami kerusakan namun belum diperbaiki.
Selain itu, terdapat janji pembangunan plafon masjid yang sebelumnya disebut sebagai bentuk kompensasi kepada warga, namun hingga kini belum direalisasikan.
Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Maidi (IPMMA), M. Sigit Mukamil, menilai proyek dengan nilai anggaran miliaran rupiah tersebut seharusnya dapat memberikan hasil yang maksimal dan sesuai standar pekerjaan.
Ia meminta adanya transparansi dan tanggung jawab dari pihak terkait agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.
“Dengan anggaran sebesar itu, masyarakat tentu berharap kualitas pekerjaan dapat dirasakan secara nyata. Jangan sampai muncul kesan bahwa proyek ini dikerjakan secara asal-asalan,” ujar Sigit, melalui keterangan tertulisnya yang diterima Nalartimur, Minggu (10/5/2026).
Ia juga meminta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, pemerintah desa, serta pihak kontraktor memberikan penjelasan terbuka terkait progres dan kualitas pekerjaan proyek tersebut.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan negara.
IPMMA turut mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan maupun Kepolisian, untuk melakukan peninjauan dan audit investigatif terhadap proyek tersebut apabila ditemukan indikasi pelanggaran. Langkah itu dinilai penting guna memastikan seluruh proses pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan aturan yang berlaku.
“Jika memang ada dugaan kerugian negara atau pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sigit menambahkan, masyarakat Desa Maidi tidak menginginkan polemik berkepanjangan, melainkan penyelesaian yang konkret terhadap persoalan yang ada.
Ia berharap seluruh pekerjaan, termasuk penimbunan talud, perbaikan drainase, dan realisasi plafon masjid, dapat segera diselesaikan sesuai komitmen awal. (Abi/Red)

