Ternate, Nalartimur – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mengusulkan anggaran sebesar Rp686 miliar kepada pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan Sofifi sebagai ibu kota provinsi.
Usulan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam pertemuan dengan Komisi V DPR RI saat kunjungan kerja di Ternate, Rabu (22/4/2026).
Gubernur Sherly menyatakan, dukungan anggaran dari pemerintah pusat diperlukan mengingat Sofifi masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar, meskipun telah lama ditetapkan sebagai ibu kota provinsi.
“Pembangunan Sofifi perlu dipercepat agar dapat berfungsi optimal sebagai ibu kota provinsi,” ujarnya.
Menurut Sherly, alokasi anggaran Rp686 miliar direncanakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas strategis, antara lain stadion sepak bola, pasar higienis, terminal, gedung pemadam kebakaran, serta peningkatan layanan rumah sakit.
Upaya tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kawasan ibu kota.
Selain infrastruktur, Pemprov juga menyoroti kendala administratif. Hingga kini, Sofifi masih berstatus kelurahan di bawah wilayah Kota Tidore Kepulauan, yang dinilai membatasi akses terhadap sejumlah program kementerian.
“Kami mendorong agar Sofifi memiliki kode wilayah sendiri, sehingga pembangunan tidak terkendala secara administratif,” kata Sherly.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan Sofifi dinilai penting untuk mendorong pemerataan pembangunan di Maluku Utara, sekaligus memperkuat peran ibu kota sebagai pusat pelayanan publik dan penggerak ekonomi daerah.
Pemprov Maluku Utara berharap Komisi V DPR RI dapat mengawal usulan tersebut agar masuk dalam prioritas pembiayaan nasional pada tahun anggaran 2026 dan 2027. (Abi/Red)