Dua Anak Diperiksa Terkait Kasus Genset, Muncul Dugaan Kekerasan di Polres Pulau Morotai
Seorang remaja yang diperiksa di Polres Morotai diduga mendapatkan kekerasan.
Keluarga dua anak yang dimintai keterangan terkait kasus hilangnya mesin genset milik sebuah masjid di kawasan MTQ, belakang Tribun Bangsaha atau Tribun Merah Putih, Pulau Morotai, mengungkap adanya dugaan kekerasan fisik selama proses pemeriksaan di Polres Pulau Morotai, Maluku Utara.
Salah satu anak, AS (16), disebut mengalami sejumlah luka dan memar setelah dibawa petugas dari kediamannya pada Jumat sore (7/8). Keluarga menyebut terdapat luka pada bagian kaki hingga mengeluarkan darah serta memar pada beberapa bagian tubuh.
Kakak AS, Ifa alias IF, mengatakan adiknya bersama seorang rekannya dibawa untuk dimintai keterangan berkaitan dengan laporan kehilangan genset milik masjid tersebut.
Menurut Ifa, AS mengaku mengalami pemukulan menggunakan benda berbahan plastik yang bentuknya menyerupai cambuk selama berada dalam proses pemeriksaan.
“AS cerita kepada saya kalau dia dipukul menggunakan benda plastik panjang seperti cambuk. Karena ketakutan, dia sampai mengencingi celananya,” ujar Ifa, Sabtu (8/8).
Ifa mengatakan AS tidak melakukan perlawanan ketika dijemput petugas. Namun, setelah kembali ke rumah, keluarga melihat sejumlah tanda luka pada tubuhnya.
Keluarga kemudian mendokumentasikan kondisi fisik AS. Berdasarkan keterangan Ifa, terdapat memar pada bagian pantat dan kaki. Salah satu bagian kaki disebut mengalami luka hingga mengeluarkan darah.
Dugaan luka juga dialami rekan AS. Ifa menyebut anak tersebut mengalami pembengkakan dan memar pada bagian belakang tubuh serta bagian tangan.
Keluarga Minta Proses Hukum Tanpa Kekerasan
Ifa menegaskan keluarga tetap menyerahkan dugaan tindak pidana pencurian kepada aparat penegak hukum apabila terdapat bukti yang cukup. Namun, keluarga meminta proses pemeriksaan dilakukan tanpa kekerasan fisik.
“Kalau anak saya terbukti, proses sesuai hukum. Kalau memang tersangka, proses, beri sanksi dan kalau ada kerugian, ganti rugi. Tapi jangan dipukul,” kata Ifa.
Keterangan tersebut disampaikan keluarga sebagai respons atas kondisi fisik yang mereka lihat setelah AS kembali dari proses pemeriksaan.
Dalam perkara ini, status hukum AS dan rekannya masih dalam proses penyelidikan. Belum terdapat keterangan resmi dari Polres Pulau Morotai yang menyatakan keduanya sebagai tersangka dalam kasus kehilangan genset tersebut.
Polres Morotai Belum Konfirmasi Dugaan Kekerasan
Kasih Humas Polres Pulau Morotai, IPDA Muh. Yusuf Kasim, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan belum dapat memberikan penjelasan mengenai dugaan kekerasan tersebut.
Yusuf menyatakan dirinya belum melihat dokumentasi luka yang disebutkan keluarga dan belum menyaksikan langsung peristiwa yang dituduhkan.
“Saya tidak tahu persoalan itu benar atau tidak. Makanya saya mau ketemu pihak keluarga dulu,” ujar Yusuf.
Polisi Benarkan Pemanggilan Terkait Kasus Genset
Sementara itu, Stenlis, anggota polisi yang menangani perkara kehilangan genset, membenarkan adanya pemanggilan terhadap dua individu bernama Afgan dan Aimar untuk dimintai keterangan terkait hilangnya aset masjid.
Stenlis tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai tuduhan kekerasan terhadap kedua anak tersebut. Ia menyatakan mengetahui proses penanganan perkara karena turun langsung ke lokasi kejadian.
Keterangan polisi mengenai dugaan kekerasan tersebut masih ditunggu untuk memastikan kronologi pemeriksaan, termasuk siapa saja petugas yang melakukan pemeriksaan, bentuk tindakan yang dilakukan selama pemeriksaan, serta kondisi kedua anak sebelum dan setelah dimintai keterangan.
Bukti Fisik dan Pemeriksaan Menjadi Kunci
Keluarga menyatakan telah memiliki dokumentasi kondisi fisik AS setelah kembali dari pemeriksaan. Namun, berdasarkan keterangan yang tersedia, belum ada penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap luka yang dialami AS maupun rekannya.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Pulau Morotai belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab luka pada tubuh AS dan rekannya maupun memastikan ada atau tidaknya tindakan kekerasan selama proses pemeriksaan.
Keluarga korban masih menunggu kejelasan terkait dugaan kekerasan tersebut, sementara proses penyelidikan perkara kehilangan genset terhadap kedua anak masih berlangsung.
Aril Baba
Diterbitkan: 9 Agustus 2026 pukul 14.29
