Skip to content
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Omzet Pedagang di Ternate Turun, Imbas Kenaikan BBM

Omzet Pedagang di Ternate Turun, Imbas Kenaikan BBM

Hasbi Ade
Ming, 14 Jun 2026
Aktivitas karyawan pedagang di Pasar Barito saat membersihkan bawang merah dan bawang putih | Foto: Hasbi Ade/Nalartimur
A    A    A

‎Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali berdampak pada aktivitas perdagangan di Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (14/6/2026).

‎Sejumlah pedagang di Pasar Barito, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, mengaku harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan akibat meningkatnya biaya distribusi barang dari daerah pemasok.

Salah satu pedagang di Pasar Barito, Ato Ge, mengatakan beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, rica keribo, rica nona, dan tomat mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, harga bawang merah yang didatangkan dari Manado mengalami kenaikan signifikan. Jika sebelumnya harga per karung berada di kisaran Rp450 ribu, kini mencapai Rp750 ribu. Sementara itu, harga rica keribo naik dari Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu, sedangkan rica nona meningkat dari Rp60 ribu menjadi Rp110 ribu.

‎“Bawang merah yang awalnya diambil dari Manado per karung Rp450 ribu, sekarang naik menjadi Rp750 ribu. Rica keribo dari Rp30 ribu naik menjadi Rp45 ribu, sedangkan rica nona dari Rp60 ribu naik sampai Rp110 ribu,” kata Ato saat ditemui wartawan Nalartimur dilapangan.

Ia menjelaskan, kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi oleh biaya distribusi, tetapi juga keterbatasan pasokan dari sejumlah daerah pemasok. Menurutnya, stok rica yang biasanya didatangkan dari Makassar dan Gorontalo saat ini mengalami kekosongan.

Meski demikian, Ato menilai kenaikan harga rica dan tomat tidak sepenuhnya disebabkan oleh distribusi. Menurutnya, kualitas komoditas tersebut lebih banyak bergantung pada pasokan dari Manado.

“Kalau rica dan tomat tidak terlalu terpengaruh distribusi karena kualitas yang kami ambil dari Manado. Tetapi saat ini stoknya kosong, sehingga barang menjadi langka dan harga naik,” ujarnya.

Ato menyebut bawang putih menjadi komoditas yang paling terdampak. Ia mengatakan bawang putih yang dipasarkan berasal dari impor China sehingga kenaikan biaya distribusi turut memengaruhi harga jual.

“Yang paling terdampak adalah bawang putih karena pasokannya dari luar negeri, yakni China. Harganya naik sekitar 50 persen. Dari sebelumnya Rp450 ribu per karung, sekarang mencapai Rp750 ribu, bahkan yang paling rendah sekitar Rp700 ribu,” katanya.

Selain berdampak pada harga barang, Ato mengaku pendapatan pedagang juga mengalami penurunan. Ia memperkirakan omzet pedagang turun sekitar 20 persen seiring menurunnya daya beli masyarakat.

Menurutnya, pola belanja konsumen juga berubah. Jika sebelumnya pembeli membeli kebutuhan dalam jumlah satu kilogram, kini banyak yang membeli setengah kilogram, seperempat kilogram, bahkan hanya menyesuaikan dengan nominal uang yang dimiliki.

‎“Biasanya pembeli membeli satu kilogram, sekarang banyak yang membeli setengah kilogram atau seperempat kilogram. Ada juga yang belanja Rp10 ribu sampai Rp5 ribu. Namun, sebagai pedagang kami tetap melayani,” ujarnya.

Ato menambahkan, para pedagang kini mengurangi jumlah barang yang didatangkan karena menyesuaikan dengan kemampuan modal serta permintaan pasar yang menurun.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan stabilitas distribusi barang kebutuhan pokok agar harga di tingkat pedagang tidak terus mengalami kenaikan.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu mengatur distribusi barang. Kami juga kesulitan karena harga dari daerah pemasok sudah mahal. Kalau di Manado mahal, kami mencari dari Makassar. Kalau di Makassar juga mahal, kami mencoba mencari dari Palu. Kami menyesuaikan dengan daerah yang harganya lebih terjangkau,” katanya.

Ato juga meminta Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mencari solusi terhadap kenaikan harga BBM yang dinilai berpengaruh terhadap harga bahan pokok di pasaran.

‎“Kami berharap ada langkah dari pemerintah agar harga BBM bisa turun sehingga harga kebutuhan pokok juga dapat kembali stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.

Jurnalis | Website |  + posts

Merupakan penulis dan editor di Nalartimur. Meliput berbagai topik, seperti Politik, Ekonomi, Hukum, Kriminal, Wisata, Budaya, Pemerintahan, dan beragam topik lainnya.

‎ ‎

‎Ikuti Media Kami ‎

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎